indosat 3G the nice one

well ini kali pertama aku menggunakan internet provider dari indosat 3G, sebelumnya aku sudah terbiasa koneksi internet menggunakan starone, salah satu produk cdma yang juga dikembangkan oleh cdma.

indosat3g ini merupakan satu layanan dari matrix indosat, yang aku gunakan adalah milik kakakku.

aku menggunakan paket indosat 3G dengan harga 110rb perbulan yang kecepatan dibatasi sampai dengan 256kbps. lebih tinggi dari 26kbps dari starone.

buat yang belom pernah menggunakan layanan ini sebelumnya, aku bantu kalian dengan menggunakan settingan sebagai berikut

setting-indosat3g2

APN  : indosat3G

user  : indosat

password  : indosat

accsess number : *99#

well secara statistik angka kecepatan download berkisar di antara 5-19KBps mungkin karena coverege yang aku dapat hanya EDGE, karena sinyal HSDPA hanya 1 atau 2 bar.

kecepatan-indosat3g

kalo dibandingkan dengan starone bisa gw bilang jauh lebih stabil starone, bisa stabil di 10-20KBps. namun dari segi pemakaian jauh lebih hemat menggunakan indosat 3G yang hanya 110rb perbulan. starone yang aku gunakan sebelumnya menggunakan tarif time based sehingga pemakaian bisa sampai dengan 200rb per bulan.

mungkin pilihan alternantif lainnya starone abodemen 100rb perbulan belom termasuk abodemen. sayangnya belom ada yang mensposnsori saya buat nyobain paket itu.

Published in: on April 5, 2009 at 11:45  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , , , , ,

Hidup ‘kan berakhir dan bijaklah

Hari ini aku diminta oleh ortu tercinta mengantarkan mereka ke cirebon. Tanah kelahiran orang tuaku dan nenek moyangku tentunya. karena ada teman SMA papah (SMA 1 Palimanan) yang aktif mengorganisir angkatan untuk reuni menikahkan anaknya.

Sudah lama sekali aku tidak menyempatkan diri melayani orang tuaku, mengantarkan mereka ke tempat yang mereka inginkan. mungkin akhir-akhir ini ku hanya menyibukkan diri dengan kesibukanku dan kesenanganku saja

so i was enjoying the journey very much, aku sampai di sana sekitar waktu dzuhur. terlebih dahulu mamah menelpon kakek (the last grandparent of me) untuk ajak makan siang “empal gentong” di daerah jamblang.

terlihat kegembiraan di wajah mamah melihat ayahanda tercintanya. aku sungguh menikmati pemandangan ini. sangat indah, pernah kah kalian membayangkan diri kalian 25 tahun ke depan?saat orang tua kita yang saat ini mungkin kita sanggah kata-katanya dan mungkin ketika itu mendengar kata katanya pun sangat jarang.

Kami makan siang di empal gentong sekitar 250 m dari jembatan jamblang di lajur arah ke palimanan. lezat.. hal yang lucu adalah sate kambingnya! tidak memabukkan sama sekali. aneh bin ajaib. dan kata mamah papah sate kambing di sini cepat habis dan gak bikin pusing kalo makan terlampau banyak (bagi orang kebanyakan, bagiku belom tentu)

kakekku membawa 4 cucu nya, 1 menantu dan istrinya (my step grandma). mobilku yang besar itu akhirnyta dipenuhi oleh penumpang juga, biasanya hanya membawaku ketika cuaca buruk di kampus. walaupun sesak dan penuh terasa gambaran akan kegembiraan dalam kebersamaan

entah mengapa ketika aku menginjakkan kaki ku di cirebon aku selalu membayangkan diriku 25 tahun mendatang. aku sangat berharap kebersamaan ini akan selalu ada hingga kedua mataku menutup selamanya.

setelah makan siang dan mengantarkan kakekku kembali perjalan dilanjutkan ke rumah tante dari papah. di daerah sitiwinangun. untuk bersilahturahmi, kebetulan tempat beliau berdekatan dengan tempat undangan jadilah aku bisa beristirahat sejenak di sana.

rupanya ada kabar berduka yang papah dan keluargaku tidak ketahui paman papah telah meninggal setahun yang lalu, sekitar seminggu setelah menikahkan anaknya (ketika itu papah datang). weww sungguh hari ini aku selalu merenungkan kata “maut” dimana pintu kita kembali ke sisi sang pencipta.

aku teringat akan segala dosaku yang mungkin tak terhitung lagi. singkat cerita ketika perjalanan pulang pun papah membahas mengenai kematian dan masa depanku, di mana aku harus selalu siap menghadapi apa pun yang terjadi. bahkan papah memintaku untuk bersiap dan tidak boleh menangisi kepergian papah nantinya.  air mata ini ingin menetes sekali mendengar kata2 beliau. rasanya aku sedikit sekali berbhakti ke orang tuaku, sudah 20 tahun aku hidup di dunia ini. tapi mungkin hanya sedikit waktu yang kucurahkan untuk berbhakti kepada orang tuaku

teman teman bijaklah dalam menjalani hidup ini, “waktu yang bengis terus pergi”. kamu tidak akan pernah bisa mencoret atau menghapus pena hidup kamu gunakan walau hanya sedetik pun.

Published in: on April 4, 2009 at 23:14  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kesabaran bukan dicoba tapi…

ini kedua kalinya aku mencoba phebee, untuk mengantarku beli sate ayam tadi malam.

tadinya ada keraguan karena malam dan aku belom terbiasa dengannya, tapi kali ini aku sudah mulai terbiasa dengannya. walau masih ada masalah dengan suspensi dan tersendat setiap ganti gear.

Lucu kalo kita menilik filosofinya karena aku dan phebee hanya sebatas barang dan manusia. Dua hal yang dengan alasan apa pun tetap saja berbeda.

Phebee sudah berusia lebih dari usia bundaku sendiri. Luar biasa dia masih bisa melaju walaupun tidak sepenuh keinginanku

Tuhan menciptakan Manusia berbeda-beda dengan sejuta kelebihan dan kekurangan yang beraneka-ragam. Kalo hubungan manusia dengan barang bisa menimbulkan rasa sabar dan saling menerima, angkuh benar manusia yang tidak bisa sabar menerima perbedaan sesama manusianya.

sekilas mengenai phebee

her first picture

her first picture

Vespa VBB model

1962 – 1967

engine: single cylinder, air cooled 2-stroke

barrel: 2 transfer ports

induction: disc valve

bore: 57 mm

stroke: 57 mm

cubic capacity: 145.5 cc

compression ration: 6.5: 1

bhp at rpm: 5.5 – 5000

lubrication:2%

transmission: 4 speed constant mesh

primary drive: 22/67

1st gear: 13.35: 1

2nd gear: 9.32: 1

3rd gear: 6.64: 1

4th gear: 4.73: 1

clutch: wet – multiplate

carburetor: Dell’Orto SI 20/17C

main jet: 100

slow running jet: 42

diffuser: BE/1

main air bleed: 185

throttle valve: No 7.0

ignition: contact breaker & coil

ignition timing: 28 deg. BTDC

breaker gap: 0.3 – 0.5 mm

voltage: 6 volt

max stator output: 6v – 50w

wheels: 8

wheel hubs: cast w/cooling fins

tires:3.00 x 8

Published in: on April 2, 2009 at 14:11  Komentar (2)  
Tags: , , , , , , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.